Sejarah Indonesia pada tahun 1998

Sejarah Indonesia pada tahun 1998

Orang Indonesia telah mempelajari sejarah Indonesia selama ratusan tahun. Karena tetangga mereka di selatan telah mengalami transformasi budaya dan ekonomi, mereka juga terus mempelajari peradaban kuno ini. Ketika Belanda datang ke Indonesia, mereka menyebut orang-orang Indo-Nordic. Ini mungkin tidak akurat karena sejarah mereka jauh lebih jauh dari itu. Negara Indonesia didirikan atas dasar kepercayaan akan reinkarnasi dan pemerintah disebut Bangsa Jawa.

Sejarah Indonesia pada tahun 1998 Yang Sangat Bahaya

Bangsa ini telah mengalami evolusi sosial yang menggabungkan kepercayaan sosial dan agama tradisional. Orang Jawa selalu terjalin dengan agama Buddha. Kedua agama ini membantu menciptakan jiwa Jawa dan merupakan sumber inspirasi. Gaya hidup yang telah mempengaruhi seluruh populasi di pulau itu, agama Buddha, juga merupakan sumber identitas Jawa. Mereka percaya pada sepuluh benda langit dan sembilan elemen, dan pada kekuatan kehidupan langit dan bumi. Tentu saja, ada candi Budha lainnya di kota Jawa.

Mereka bukan satu-satunya kelompok orang India di Jawa. Bahkan, ada sebanyak delapan kelompok etnis berbeda yang tinggal di daerah ini. Yang utama adalah Cina, India, Manchu dan Kalenjin. Orang Indo-India pertama menetap di Jawa dan membangun kota-kota berbenteng besar di tempat-tempat di mana tidak ada pemukiman lain. Beberapa orang adalah budak dari daerah pesisir dan yang lainnya adalah buruh kontrak. Buruh ini tinggal di rumah yang dikenal sebagai maluku. Bangunan-bangunan ini sering disebut rumah-rumah orang tua karena terbuat dari tembikar dan hanya bisa dijangkau oleh seorang warga desa tua.

BACA JUGA : Sekolah Dapat Mengelola Penggunaan Dana BOS

Sejarah Indonesia pada tahun 1998 Pada Masa Itu

Populasi pribumi terakhir ini mati sekitar satu abad yang lalu ketika mereka dikuasai oleh Belanda, yang mendorong mereka untuk pindah ke pedalaman untuk mencari tanah baru. Dalam upaya menciptakan kembali tanah yang dulunya mendukung rakyat Maluku, Belanda memperkenalkan tebu dan menanam pohon-pohon palem. Pohon-pohon ditanam dan para pemukim baru dengan cepat menjadi terbiasa dengan lingkungan baru mereka. Sebuah studi sejarah yang lebih baru tentang Indonesia telah mengungkapkan bahwa keturunan para migran sekarang hidup dalam bayang-bayang orang kaya baru dan turis. Sebagai rekan mereka, orang Jawa asli dibiarkan tanpa tanah air. Namun, ada beberapa perubahan politik dan sosial yang terjadi di Jawa.

Sejauh orang-orang pergi, orang Indonesia memiliki banyak etnis yang berbeda yang semuanya hidup bersama secara damai di Indonesia. Ini juga berlaku untuk daerah perkotaan Jakarta dan Yogyakarta. Hal ini juga berlaku di dataran rendah di mana kelompok etnis diberi kebebasan untuk mempraktikkan agama mereka. Ini khususnya berlaku bagi orang-orang Kristen, yang diperlakukan dengan sangat hormat dan hormat. Faktor lain yang menambah analisis historis Indonesia adalah bahwa daerah yang sekarang disebut Jawa Barat pada awalnya disebut Sumatra. Ini adalah salah satu dari tujuh pulau yang membentuk kepulauan Indonesia. Daerah ini awalnya merupakan bagian dari semenanjung Melayu, dan hari ini terletak di antara Jawa dan Kalimantan.

BACA JUGA : Edukasi Dari Literasi dan Pemberdayaan Ekonomi Generasi Muda

Generasi Muda Yang Sangat Peduli Dengan Sejarah 1998

Suku-suku Kristen telah banyak menderita karena generasi muda yang lebih peduli dengan bisnis dan Westernisasi masyarakat menderita lebih sedikit dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang lebih tua yang lebih peduli dengan perbedaan budaya. Saat ini, banyak dari suku-suku ini masih hidup di dataran rendah, masih memelihara ternak dan tanaman pangan mereka. Bahkan sisa-sisa desa kecil yang dulu ada di Jawa Barat semakin menipis Dengan begitu banyak perubahan yang terjadi di dunia, sejarah Indonesia juga terus berkembang. Ini adalah sejarah yang ingin Anda pelajari karena mengungkapkan apa yang ada di depan untuk keluarga Anda.